Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Alun Alun dan Kulineran Bakso di Kota Batu Malang



14 Juni 2019
Siang itu setelah kami jalan jalan, Papi dan anaka anak pengen bobo siang dulu. Apalagi nanti setelah kami check out, kami akan lanjut ke BNS dan juga kembali ke kota Malang. Jadi saat seperti ini biasanya gantian saya me time sama suami. Papi yang nemenin sekaligus tidur siang sama anak-anak. Saya yang ngebolang sendiri, kulineran bakso sekaligus ambil laundry. Semuanya jalan kaki aja karena lokasi dimana kami menginap dekat dengan Alun Alun Kota Batu. 

Sesampai di alun alun, saya menyempatkan diri mengintari toko souvenir, membeli baju untuk twins dan juga berfoto di sekitaran sini. Setelah itu, mulai laper ni, jadi saya menuju ke warung bakso Cak Man dan Arif yang berada tak jauh dari alun alun. Rasa keduanya juga berbeda. Saya lebih prefer ke bakso Arief untuk rasa. Di Batu ini emang banyak sekali pilihannya dan cocok bagi para pecinta bakso. Suasana Batu yang dingin emang paling cocok makan yang berkuah begini. Maknyosss….

Jalan jalan saya pun berlanjut mengambil laundry yang likasinya di dalam sebuah gang yang cakep. Gang asri ini dipenuhi dengan mural dan tanaman serta plastik yang di daur ulang. Jalan jalan seperti inilah yang saya suka, kita jalan kaki, kesana kemari, makan, main, serta merasakan suasana lingkungan serta bersosialisasi dengan warga sekitar, bikin jalan jalan bermakna. 





Warung Bakso Arief



Kalau gak salah, gak 8 k aja segini





Beragam pilihan di bakso Cak Man


Bakso Cak Man



Bakso Cak Man


View dari Bakso Cak Man

Beragam souvenir kota Batu


Batu Night Spectacular Malang


14 Juni 2019
Salah satu tempat yang sudah masuk list saya sejak lama dan akhirnya terwujud. Hilang sudah rasa penasaran saya. Saya ingin ke BNS ini karena saya sangat suka lampion dan warna warni lampu. Jadi kami kesini pada saat hari terakhir di Batu. Kami pergi kesini setelah magrib jadi bisa dapat suasana senja dan malam. Lampu nya banyak dan memang ini seperti Fun Fair, pasar malam, namun yang hadir setiap hari bukan saat ada event tertentu saja. 

Usia twins saat kami kesini 2.5 tahun jadi sedikit wahana yang bisa dinikmati. Tapi memang kami pun bukan orang yang suka bermain di wahana. Memang cenderung ke aktivitas alam. Jadi kesini untuk menghilangkan rasa penasaran dan suka aja liat lampu dan pengen tau aja disini ada apa aja. 

Kalau bawa balita gak disaranin main ini lagi, kapok saya, soalnya susah megangin anak 



















Jembatan Suramadu


Sejak lama aku ingin ke Pulau Madura, kalaupun tidak, bisa melintasi Jembatan Suramadu pun cukup bagiku di liburan ini. Bagaimana tidak, sudah berkali kali ke Surabaya, tapi belum pernah kuinjakkan kaki disini. 

Walhasil, setelah diskusi sama Papi, kamipun memesan taksi daring dan memilih sistem sewa. Kalau tidak salah, 200 ribu kami bayar untuk perjalanan pulang pergi. 

Setelah subuh, kami pun bergegas membangunkan twins dan turun ke lobby. Driver taksi sudah menunggu sedari tadi, dan tak perlu lama, kami pun langsung naik dan menuju ke arah Utara Surabaya. 

Perjalanan pagi yang lenggang, membuat mobil melaju cepat. 30 menit ditempuh dari Tunjungan Plaza hingga ke Jembatan Suramadu. 

Kami singgah sebentar, untuk mengambil beberapa gambar. Kemudian lanjut lagi hingga ke Pulau Madura. Sebelum berputar arah kembali ke Surabaya, saya meminta turun. Sah rasanya sudah menginjakkan kaki di pulau Madura meskipun hanya dipinggiran nya saja. 

Kami menyempatkan lagi berfoto dan berhenti di jembatan. Sesi pemotretan cepat saja, namun harus tetap bagus. Dan puas rasanya sudah tercapai yang kami inginkan. 

Dan kami menutup trip pagi ini dengan menikmati sunrise di bawah jembatan di pinggir laut. Indah sekali sambil makan tahu goreng. Suatu hari, ku kan kembali lagi ke Pulau Madura dan menjelajahi setiap daerahnya. 

Ini kumpulan foto foto kami di Jembatan Suramadu

Eco Green Park Kota Batu

Eco Green Park. Apa ini? Langsung ku browsing dan ini tepat untuk mengajak si twins melihat beraneka satwa terutama jenis burung. Dan tiket online pun segera kubeli dan pagi itu kami siap mengelilingi Eco Green Park.
Setibanya di pintu gerbang, kami menukarkan tiket online di apps dengan tiket di gelang. Untuk anak anak dengan TB 85 cm kebawah, masuknya gratis. Saat itu twins kami gendong supaya memudahkan gerak kami.jika ingin lebih mudah lagi, sebenarnya kami bisa menyewa sepeda listrik, tapi kami memilih untuk berjalan kaki. Dan didepan juga ada jadwal pertunjukan serta waktu memberi makan hewan hewan, lengkap beserta waktu, zona dan tempatnya. Semuanya ada 16 zona lho. Banyak banget. 
Saat masuk gerbang, semburan  air menyapa kami,  dan kami buru buru melewatinya. Ada kolam ikan yang dipenuhi berbagai ikan mas berukuran jumbo beraneka warna. Kami singgah untuk memperlihatkan twins ikan ikan itu. Ayo Pi, kita lanjut, kataku. Karena ini sangat permulaan. Selanjutnya kami melihat instalasi beragam karya dan itu menarik sekali karena terbuat dari rongsokan besi dan juga elektronik. Bahkan televisi yang disusun sedemikian rupa menjadi gajah, terus bagian dari mobil yang dibangun menjadi sapi sepertinya. Itu keren sekali. Kami berdecak kagum. 
Kemudian kami melanjutkan ke zona khusus serangga. Beragam serangga ada disini. Jumlahnya ribuan. Ada yang sudah diawetkan ada juga yang hidup dan dibuatkan ekosistem di dalam wadahnya. Menarik sekali. 
Kemudian ada zona burung besar dari berbagai belahan dunia. Besar sekali memang burung burung ini. Kandang mereka aman dan dibuat menyerupai habitat asalnya. Saya ingat pernah pergi ke kebun binatang yang memiliki burung besar, namun sangatlah tidak aman. Hampir saja saya dipatuknya saat bareng sama Talita. 

Penjelasan di tiap tiap hewan jelas dan informatif. Selain Itu juga disertai bahasa Inggris. Jadi kita bisa tau asal muasal dan siklus hidup para burung. 
Lanjut, bagi yang suka bercocok tanam, zerowaste dan beternak, disini ada berbagai hal yang bisa kita pelajari. Seperti daur ulang sampah, aquaponik, hidroponik, ternak hewan, Pembuatan pupuk dan lain sebagainya. Benar benar penuh edukasi, meskipun tidak ada guide, menurut saya pemaparan informasinya jelas sehingga mudah dimengerti. 
Dan taraaa...zona yang kami sukai, zona burung dari berbagai negara. Warna warni, dan kami jadi tau nama nama burung yang sebelumnya keliru ataupun kami belum pernah liat sama sekali. Twins sampai minta turun pengen jalan sendiri dan singgah di kandang kandang burung yang mereka sukai. Sambil kami nyanyi bareng lagu burung kakak tua, yang dinyanyikan dengan riang sama Talita dan Tameka. 

Zona ini luas dan berbelok belok, sampai kami gak nyangka, banyak sekali yang bisa kita liat di Ecopark, melebihi ekspektasi kami. Puas!
Disini kita juga akan masuk ke zona memberi makan burung. Jadi, kita bisa membeli sepotong pisang yang dikemas dalam gelas yang dijual oleh penjaga. Kemudian kita diajarkan cara memanggil burungnya. Jadi saya dan papi twins pun memanggil burung. Puk puk...puk puk...sambil mengangkat pisang ke udara agar terlihat oleh para burung yang terbang bebas di sini. Dan burung pertama hinggap di tangan papi dan memakan pisang. Suprise sekali kami, dan tak lama kemudian pisangku pun dimakan burung. Jadi twins sepertinya takjub dan mereka riang sekali melihat burung burung yang hinggap di tangan kami.
Puas di sana kami pun lanjut melihat burung pelikan dan tak jauh dari itu ada spot foto bersama burung. Kami pun ikut mendokumentasikan foto bareng burung, cukup bayar 5 ribu saja. 
Kalo ditanya, luas banget gak? Bangeeetttt...sampai kami harus beristirahat dulu dan makan. Itupun ternyata yang kami kira sudah hampir kelar, ternyata masih separoh jalan. Karena masih ada rumah terbalik, burung dan unggas serta mamalia lainnya yang kami lihat. Dan untum pinguin ada tempat tersendiri. Bagus bagus semuanya. Dan diakhir taman Ecopark terdapat waterpark gratis lho. Jadi udah puas muter muter, saatnya main air. Tapi kami gak nyobain karena kami harus lanjut ke destinasi selanjutnya yakni museum satwa dan batu secret zoo. 
Kami beristirahat di food court nya yang luas dan nyaman. Ada musholla disini yang lumayan gede dan fasilitas MCK nya bersih. Untuk menu juga bervariasi disini dan harganya terjangkau. Jadi gak usah ribet urusan perut. Kita disini pake sistem kartu, jadi kita deposit uang lalu belanja ke tiap booth dengan kartu, dan sisa uangnya bisa di refund.

Akhirnya perjalanan panjang yang Kami mulai sejak buka Ecopark jam 10 an, akhirnya selesai jam 15.30 dan apakah itu sebenarnya udah semuanya, belum rupanya. Karena itu jika berkunjung kesini pastikan datang jam 10 dan keluar saat jam operasional nya selesai. Baru puas!