Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kuliner di Pontianak

Senang sekali rasanya bisa menemani Ambu Ati, Pak Priadi, Pak Firman serta Ibu Firda kulineran di Kota Pontianak sebelum pulang ke Jakarta penerbangan pk 19.00 di 5 Oktober 2024. Kami bertemu di Tugu Khatulistiwa setelah Zuhur , saya dianterin Papi dan Talita Tameka, lalu disini saya langaung ikut rombongan dan lanjut untuk mulai kulineran kami. 

Pertama ke Chai Kue Tian Mely di Siantan, sambil ngobrol santai, menikmati enaknya chai kue dengan saos pedas terasinya yang yahud serta es jeruk besar yang segar, kami pun enjoy di sini. Tapi masih banyak yang ingin dijelajahi. Jadi lanjut lagi ke pusat oleh oleh di samping Kaisar, karena bu Firda mau belanja. Awalnya cukup lempok, tapi penasaran oleh oleh makanan di Pontianak ini bikin bu Firda pengen lagi dan lagi. 

Lanjut karena waktu kami masih cukup panjang, saya pun mengajak ke Bubur Pedas Pak Ngah dan semuanya pada suka , saya memang orderkan yang original karena itulah khasnya. Pada cocok di lidah. Alhamdulillah pas juga di depan pak Ngah ada masjid jadi bisa sekalian sholat Ashar disana. 

Lanjut kuliner kita, sampai driver, abang yang kerja di Disporapor, kaget,..makan lagi kak?  Hehehe...iya bang. Sebagai penutup dan save the best for last, kita ke Abang Kepiting. Benar saja, puasss semuanya makan disini. Alhamdulillah senang sekali saya bisa menemani jalan jalan kuliner hingga mengantarkan ke bandara Supadio. Semoga bisa bertemu lagi ya Om Pri, Om Firman, Ambu Ati dan Bu Firda. 💖



















Aming Hutan Kota


17 April 2024
Udah pada tau kalo saya gak bisa minum kopi. Tapi kali ini berhubung ada meet up di Aming dan saya memang penasaran pengen tau dalamnya Aming Hutan Kota kaya apa, jadi tetap bersemangat kesana.

Saat baru masuk ke dalam ruangan Aming, bau semerbak kopi pun kemana mana. Saya lalu mencari kursi dan sepertinya enak itu dipojok. Mumpung pengunjung sebelumnya sudah pergi. Lalu saya menuju ke kasir dan bertanya untuk menu dan menjepretnya karena menunya belum ada digital. Jadi saya kembali ke kursi dan memesan makanan bersama anak anak. Saya pesan pisang coklat keju yang sampai lupa difoto karena keburu dilahap anak 😄 kwetiaw goreng serta....nah ini dia kopi susu. Lah kok pesan ini? Katanya gak mau kopi. Ini dia alasannya...bau semerbak kopi ini yang bikin saya sangat penasaran. Gak sanggup nolak buat pesan kopi. Jadinya saya menikmati kopi yang ternyata bikin saya.....(ntar...saya ceritakan diakhir ya 😄)






Untuk rasa kwetiaw nya lumayan enak. Pisang gorengnya habis di lahap twins. Kopinya juga suka. Untuk 3 menu itu totalnya 72k. Bisa bayar tunai dan non tunai. Saya bayar pakai Qris. 

Kak Desi dan kak Sisil juga pesan menu lain selain juga sama menunya dengan saya. Kak Sisil juga ada tambahan pesan chaikwe, ubi goreng dan kentang goreng. Saya sempat makan ubi gorengnya yang krenyes empuk. Suka deh. Dengan ditemani beragam menu ini kami pun ngobrolin seputar parenting, pendidikan dan dunia Homeschooling yang kami ketiga orang tua geluti bersama anak anak kami. Rasanya ceoat sekali waktu berlalu. 1.5 kaya 30 menit aja. Saya harus pulang begitu juga yang lain. Karena saya lanjut sudah janjian lebaran dengan teman Uppa. 





Jadi...menurut saya, oke gak kalo nongkrong di Aming? Oke baik untuk rasa, harga dan lokasi serta view yang didapat dan koneksi wifi. Kalau saya pribadi suka dan lebih enak duduk diluar karena langsung dengan alam. Kenapa kami memilih di dalam, karena diluar udah pada penuh kursinya dan cocok untuk jumlah 4orang maksimal semeja. 

Oh ya...balik cerita kopi. Ternyata...oh ternyata....emang bener ya...saya gak kuat ngopi. Serius. Badan gak jelas rasanya saat malam. Tidur saya gak nyenyak dan pada saat saya nulis ini keesokan harinya saat subuh, saya masih ngerasa kepala pusing, badan gak nyaman. Emang ya...gak usah deh saya coba minum kopi secangkir. Bolehnya satu sendok aja 😄

Bebek Sinjai Surabaya Madura

Setiap orang yang kutanya tentang kuliner bebek di Surabaya, pasti jawabnya Bebek Sinjai dan bebek Tugu. kemudian googling juga begitu hasilnyah. karena ituj, jadilah si bebek sinjai ini masuk ke daftar yang harus kita cobain saat ke Surabaya. 

Banyak driver taksi daring yang nganjurin kalo mau dapeti n keseruan makan bebek Sinjai kita musti ke Madura. Tapi...ada tapinya lho, kalo sambil bawa balita yang masih kecil kaya twins menurut mereka gak sepadan dengan usahanya. karena disana makannya kurang nyaman tempatnya dan bukan kids friendly. jadilah kita maju mundur mutusin apa musti ke Madura atau Surabaya aja. Tapi dari pada akhirnya kelupaan coba, ya udahlah, kita ke rumah makan di Surabaya yang jualan Bebek Sinjai. 
Setibanya disana saat sore hari, setelah seharian kami berkelana. waktu itu H-1 kami pulang ke Pontianak. Kami kira tempatnya gede atau apa gitu, tapi hanyalah sebuahh food court kecil yang lebih banyak booth yang tutup daripada yang buka. Tapi ojol banyak yang ada disana untuk memesan orderan pelanggannya. 
Kami lalu duduk dan memesan paket Bebek Sinjai. Bergantian mencuci tangan dan kemudian kami mulai mencicipi bebek legendaris ini. dan........mmmmm....Yummy,,,,Enakk!! memang ya, kalo ke Surabaya musti deh kulineran bebek. Karena memang bebek di Surabaya ini enak enak. Gurih, lembut, enak deh pokoknya. 
Untuk seporsinya dikisaran 25-30 ribuan. Itu diluar minuman. Dan kami menikmati makan sore kami ini meskipun tidak kesampaian makan Bebek Sinjai langsung dari asal muasalnya, Pulau Madura. 

Gethuk OMG Malang

Berawal dari penasaran dengan OMG alias Oh My Gethuk, gethuk kekinian yang memiliki topping aneka rasa, kami pun langsung mencobanya. toko OMG ini terletak di jalan Ciliwung Malang, dekat dengan warung SS. Rasanya beneran enak ni Gethuk. Ada beragam varian rasa. Kami cobain semuanya apalagi memang disediain tester. 
Harga gethuknya 55 ribu 1 rol/box. PGethuk ini tahan 24 jam di suhu ruangan dan 2-3 hari di kulkas. Gethuk OMG ini hanya ada di Malang karena singkong yang digunakannya harus singkong yang baru di panen hari itu. Jadi gethuk ini produksinya terbatas tiap hari agar terjaga kualitasnya. 
Oh ya, saya ga di endorse, ini berdasarkan pengalaman sendiri, dan memang gethuk ini yummy. Dan saya memilih rasa keju karena menurut kami semua, paling suka rasa ini, perpaduannya pas menurut kami. 

Berhubung gethuk terbuat dari singkong yang mengandung karbohidrat alias tinggi kalori ditambah lagi dengan keju, susu, dan bahan lain didalamnya yang membuat gethuk ini endess, jadi musti maemnya gak boleh banyak apalagi bagi yang diet defisit kalori. Tapi...jujur ini maemnya bikin nagih dan nagih. Enakkk! 
kalo ke Malang musti singgah kesini, untuk ngerasain nikmatnya gethuk ala kekinian. 

LIBER.CO KOPI SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

Lang Jagat, tahun 2018, seorang pengusaha kopi yang berasal dari Kabupaten Sambas ini memulai usahanya.  Berawal dari usaha turun temurun dan latar belakang  petani kopi dan melihat prospek kopi yang tidak ada matinya,  karena itu beliau memberdayakan para petani kopi di desa Sempanan daerah pesisir untuk giat berkebun Kopi.  Jenis kopi yang diusung Liber.Co ini yakni kopi Liberica, yang mana tumbuh di diantara ketinggian 200 mdpl. Kekhasan rasa kopi Liber ini patut dicoba. Apalagi ini adalah salah satu dari deretan kopi unggulan Kalimantan Barat. 

Kopin Liberica ini ditanam dengan pupuk organik, sehingga hasil panennya pun baik. Sebagai usaha yang baru bergerak, omset minimal 100kg per bulan pun berhasil di raup pengusaha muda ini ya g juga beternak ikan Nila. 

Kini, tampilan wajah baru dan segar serta packaging yang menawan sesuai dengan biji kopi pilihan Liber.Co, akan menambah variasi para penikmat kopi di Kalimantan Barat. Sukses terus bang!