Tampilkan postingan dengan label kuala lumpur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuala lumpur. Tampilkan semua postingan

Planetarium Negara Malaysia

Decak kagum saat ku melihat koleksi yang ada di museum planei ini. Enaknya lagi, pas kesini saat weekday, kebayang kan sepinya. Waktu itu hanya ada 2 orang. Aku bisa puas menikmati informasi tanpa harus mengantri. 

Telat, tapi gak papa bahwa aku baru tau ternyata Malaysia memiliki astronot yang berhasil terbang ke Luar Angkasa. Proses seleksinya sangat ketat, dari 10.000 pemuda sehat pintar,  hanya terpilih 2 orang. Woww....

Jika kesini, kita musti naik anak tangga yang lumayan banyak. Tapi, view nya cakepp banegt. Tempatnya sangat tenang. Aku sangat merekomendasikan tempat ini. Wajib didatangi.





KLIA 2 dan Air Asia

Maskapai ini ku akui menjadi andalanku saat berpergian keluar negeri karena promonya yang sangat terjangkau untuk traveler budget sepertiku. Traveling ku ke negeri Jiran hanya mengandalkan tiket PP Pontianak Kuala Lumpur seharga 496k. Sengaja aku tidak emmesan makanan di dalam tiket, karena sayang juga kalo gak jadi pergi trus uang buat makan di pesawatnya hangus. Jadi aku putuskan untuk membeli makanan dalam pesawat saja. Meskipun harganya lebih mahal. Jika bawa air kedalam pesawat diperbolehkan apalagi jika botol sendiri dan isi saja setengah botol. 

Bandara KLIA 2 ini sangatlah besar. Gates untuk penerbangan ke Pontianak berada di paling ujung yakni P-Q. Saking jauhnya, pastikan kita sudah ada di bandara minimal 2 jam, lalu segeralah check in dan masuk. Agar tidak kejar kejaran dengan waktu boarding naik ke pesawat. 










Genting Highland 2020

Akhirnya wahana indoornya pun dibuka. Semua sudah berubah. Banyak yang dipugar dan hanya sedikit yang tersisa dari interior sebelumnya. Seperti biasa, masuk di Resort World Genting ini gratis. Hanya kita cukup beli tiket wahananya saja. Beragam brand ternama hadir disini. Mau belanja, kulineran , bermain indoor dan outdoor, dunia salju, menyanyi, menari, bahkan ada mengadu nasib di kasino pun ada. HIngar bingar dan jika sendirian kita jalan disini,  kita merasa bosan. Tapi akan berbeda jika kita perginya rame rame. Untuk tiket Cable car nya ada 2 jenis sekarang. Terbaru ada glass cable car, yang bagian kakinya juga transparan. Bagi yang takut ketinggian tidak disarankan naik yang ini. Harganya pun lebih mahal. Untuk yang biasa 9 ringgi sekali jalan, dan untuk yang glass 18 ringgit. Aku penasaran dan aku naik keduanya. Saat pergi aku pakai yang biasa dan saat turun aku naik yang glass. Untuk harga tiketnya bisa kita beli langsung bolak balik ataupun barengan dengan tiket bus. 

Tidak banyak yang ku eksplore disini, apalagi aku bukan peminat wahan permainan. Jadi tempat ini memang cocok bagi yang perginya ram rame bisa seseruan , bisagantian motret, main bareng, amkan bareng dan belanja bareng. Pengen lebih lama lagi, tenang, tersedia hotel dengan ribuan kamar disini. 





Chin Swee Temple Genting Highland

Kuil Gua Chin Swee atau biasa dikenal dengan Chin Swee Temple, adalah kuil yang terletak di dalam satu kawasan Genting Highland. Untuk menuju kesana kita bisa mengendarai bus, taksi ataupun naik cable car. Kalau dulu, Cable Car tidak berhenti di stasiun ini, dan sekarang sudah bisa dan itu sudah termasuk tiket ke stasiun Genting Highland. 

Kuil ini sangat indah, sejuk dan panorama alamnya sungguh menawan. Bahkan aku sampai 2 kali singgah kesini. Aku lebih suka menghabiskan waktu berlama lam disini dari pada di wahana permain di Genting. Tempat ini begitu tenang dan tidak banyak pelancong saat aku berkunjung kesini Fenruari 2020. 

Waktu yang kita butuhkan minimal 1 jam menurutku agar tidak kejar kejaran dengan waktu. Bisa saat kita mau naik ke Genting ataupun turun ke terminal bus, kita bisa singgah terlebih dahulu. 





beliau lari dari Genting hingga turun ke bawah



sampai ketemu lagi pak, semangat! 
banyak ilmu mengenai lari dari beliau, kami satu bis dan satu cable car



Batu Caves Kuala Lumpur 2020

Perjalananku kali ini ke Batu Caves KL sangatlah berbeda. Biasanya aku selalu menggunakan kereta api KTM dari KL sentral dan itu memakan waktu lumayan lama sekitar 40-50 menit belum termasuk menunggu kereta apinya. Tapi kali ini, aku berkendara dengan sepeda motor bersama Hafiz. Sehario sebelumnya Hafiz mengatakan jika dia cuti sehabis piket pagi dan siang, sehingga dia mendapatkan libur di hari itu. Jadi kuajak sekalian untuk ke Batu Caves. Rupanya si Hafiz ini belum pernah kesini. Waduh, fix ini sibuk kerja hahaha. Oke fiz, bernagkat!

Pertama kalinya aku naik motor di KL dan seru banget menurutku. Kita bisa melihat sepanjang jalan lebih leluasa, bisa melewati jalan yang tidak pernah kita lewati sebelumnya. Bahkan si Hagoz harus menggunakan google maps dikarenakan ini pertama kalinya dia kesana. Selama ini kalo dia kerja, kos dan kantornya. 

Batu Caves menyambut dengan tebingnya yang indah. Ternyata bagian belakang dari Batu caves itu bering tinggi dan curam yang menajdi tempat berlatih panjat tebing. Kami masuk dari pintu yang berbeda dengan pintu yang biasa kulewati, pintu khusus jalur penumpang kereta api. 

Gerbang masuk dan kami membayar parkir. Patung Dewa Murgan menyambut dengan gagah. Berbeda dengan sebelumnya, aku ingin masuk hingga ke dalam gua nya sampai mentok. Rekorku kesini hanya sampai mulut gua di atas bikit saja. Kali ini harus berbeda karena aku tidak lelah diperjalanan menunggu kereta hehehe. 

Seperti biasa, para monyet bergelantungan dan berjalan di sepanjang tangga menuju goa. Siap siap saja jika ada barang kita yang manrim si monyet, bakalan disambar mereka. Aku sudah memastikan tidak ada yang mencolok dan harus teanng di depan monyet. Naik tangga ini harus ekstra hati-hati. Selain fokus naik tangga yang tinggi dan rada curam, kita juga harus memperhatikan geliat para monyet. Pernah saki kali monyet tersebut menerpaku dan hinggap di badanku. Shock rasanya, syukurnya dia langsung pergi. 

Perjuanganku menaiki ratusan anak tangga terbayar sudah. Goa yang indah dengan penuh lampu dan ornamen sembahyang umat Hindu serta bebauan dupa yang semerbak. Ku turuni anak tangga hingga ke sebuah area luas. Kuperhatikan sekelilig goa. Setiap sudutnya yang ada ceruk kedalam, di design sedemikian rupa untuk trempat beribadah ataupun meletakkan segala sesuatu untuk pemujaan, patung dan sebagainya. Aku naik lagi ke atas, hingga ke ujung goa, dan disini untuk tempat beribadah umat Hindu juga. Aku tidak memahami fungsi di setiap tempat pemujaan ini. Hanya saja sepeerti nya berbeda beda. 

Siapkan waktu 2-3 jam disini untuk bisa menikmati setiap sudutnya. Datanglah saat pagi hari, karena sore ada kecenderungan hujan di daerah sini.