Tampilkan postingan dengan label Kubu Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kubu Raya. Tampilkan semua postingan

Potret Kumpai Kubu Raya









Desa Kumpai adalah desa yang mayoritas penduduknya warga Tionghoa dan beragama Konghuchu

Solo Bike Mangrove Sui Kupah

Sempat tidak yakin aku bisa sampai di kawasan mangrove ini. Jaraknya yang jauh, 54 km untuk hitungan PP dari rumahku, membuat aku sudah pusing duluan membayangkannya. Jadi kuputuskan sebelum bisa kesini bersepeda sendirian, aku harus berlatih rutin jarak jauh. 
Hari yang kutunggu telah tiba, 1 Agustus 2020. Kujadikan momen perdanaku bersepeda jarak jauh. Jam tangan menunjukkan pukul 6.30 tepat dan saatnya ku mulai kayuh sepedaku. 
Syukurlah matahari bersahabat saat pago sehkngga aku tidak merasakan lelah. Langit berawan dan angin sepoi menemani sepanjang perjalanan. Tak terasa aku semakin jauh mengayuh hingga masuk ke Desa Sungai Kupah dan akhirnya menembus batas antara RT satu ke RT lainnya. Jembatan yang menghubungan tepian sungai tepat di depanku. Masjid tertua yang terbuat dari kayu ulin menyambutku. Namun, bukan saatnya untukku berhenti. Aku harus terus mengayuh. 
Harumnya gula merah mulai terasa tandanya jarak semakin dekat. Deretan pawon sudah terlewati saatnya masuk ke kawasan Ekowisata Telok Berdiri Mangrove Sungai Kupah. 







Saat itu sepi, hanya diriku yang bersepeda. Terus kukayuh hingga ku berhenti sejenak saat di depan Menara Suar Tanjung Intan dan gerbang ekowisata. Sebuah pencapaian besar buatku menaklukkan mimpiku. Entah bagaimana saat pulang, itu kupikirkan nanti. Saatnya untuk ku menikmati pemandangan yang terasa sangat berbeda karena kudapatkan dengan solo bersepeda. 
Benar saja, tidak ada seorangpun di sini. Aku memilih mengintari trek yang terbuat dari kayu dari kanan ke kiri. Aku putuskan untuk mengambil beberapa gambar dan video untuk selebrasi akan kemenangan pribadi. Semua sempurna, sesempurna keheningan dan hanya alam yang menemaniku di tempat ini. 

PETIK BUAH DI KEBUN JAMBU KRISTAL & JAMBU AIR DI RASAU JAYA

Minggu, 14 Oktober 2018, komunitas Kalbar Berkebun gathering sekalian melihat dan memetik langsung buah Jambu Kristal dan Jambu Air di Rasau Jaya 3. Kebun ini merupakan kebun warga  yang lokal dan dikelola bersama dengan Mas Pri, yakni seorang ahli perkebunan dan tanaman. Beliau mulai berkecimpung di bidang tanaman semenjak merantau di Pontianak. Dulu beliau beternak unggas namun karena unggas dan tempat tinggalnya terkena bencana letusan Gunung Merapi, jadinya dia banting stir ke bidang ini.
Ini kami lagi nunggu teman teman yang lain kumpul

Itu mas Pri yang pake topi

 

 
Ini formasi kami pas pergi
Beliau bercerita bahwa jambu kristal ini sangat potensi disini. Apalagi harga jualnya yang tinggi yang mana dari petani Rp 20.000/kg apalagi kalo di pasar bisa mencapai Rp 30.000/kg, jadi tidak ada alasan tidak punya pekerjaan, karena dengan rupiah yang lumayan jumlahnya itu, bisa menjadi mata pencaharian yang layak diperhitungkan.
Bunga ini banyak di tanam disini
Sambil gendong Talita lumayan juga 😁
Rasa jambu kristal ini sangat renyah, manis dan bijinya juga sedikit. Buahnya gede, dan kami dapat 1 buah jambu ukurannya gede dan tidak ada bijinya sama sekali. Jambu ini dalam setahun setelah di tanaman sudah bisa menghasilkan. Terbukti bulan november tahun 2017 ditanam, Oktober 2018 sudah bisa dipanen. Jambu ini juga tidak ada musim, kapan aja bisa dipetik.

Talita PW di gendongan, dan Mami nya bisa sambil jeprat jepret dan ngevlog

Asik kan, jambunya banyak banget. 


Ini hasil petik Jambu Kristal kami

Tameka betah digendong dibelakang sambil ikut panen jambu

Alhamdulilah, Twins gak rewel padahal gerah dan becek, yang dewasa aja pada kelelahan. 
Oh ya, jambu ini dibungkus plastik dan kertas agar kulit nya tidak mudah busuk dan hitam hitam. Perawatannya tidaklah sulit, sama seperti bertanaman tanaman jambu lainnya. Berbeda di bungkus buahnya saja.
Talita minta, trus Tameka minta juga

Ternyata mereka berikan buat Papi tercinta


Member nya Kalbar Berkebun lagi maem Jambu


Total semua 5.5 kilo yang kita petik dan beli ❤
Kemudian setelah dari kebun Jambu Kristal yang luasnya 3 ha ini, kita menuju ke kebun satunya, sekalian menimbang hasil buah yang sudah kita petik tadi. Disini ada saung yang bisa kita gunakan untuk bersantai dan makan sembari memanem buah jambu air. Disini banyak bunga dan tanaman lainnya. Kami setelah memetik jambu, mas Pri menyiapkan sambal lotis, dan mantaaap....pas banget dimakan siang siang begini. Kalo kesini sebaiknya pake baju yang nyaman dan sendal karena tanahnya rada becek habis hujan. Dan bawa minum serta makan klo ingin berlama lama disini.

Mari kita konsumsi buah Jambu Kristal dan Jambu Air ini karena segar , bergizi, sehat, dan tanpa pestisida dan pastinya mengangkat dan mensejahterakan Petani lokal.

TRANSMART STUDIO MINI KUBU RAYA

Akhirnya para penggemar wahana di Kalbar sekarang bisa merasakan wahana roller coaster karena kehadiran Transmart Studio Mini semenjak Februari 2018. Berlokasi dekat engan bandara Supadio, berada di tidak jauh dari pusat kota Pontianak, tepatnya di Jalan Ayani 2 Kuby Raya, berdiri bangunan yang pengerjaannya cepat sekali menurutku. Hanya makan waktu sekitar 1 tahunan. 

Aku kesana pengen tau, gimana transtudio mininya, kalo untuk wahana nya terutama roller coaster, aku tidak penasaran, sudah pernah coba di Dufan dan sepertinya aku tidak ingin mencobanya lagi 😂😂

Kami berempat dan hubby menyusul kesana. Tapi hubby hanya untuk makan siang bersama kami yang mana sebelumnya kami berempat, aku, Ela , dan twins, kami muter muter dulu di transmart ini. Oh ya, ini foto fotonya dijepret pake Xiaomi Redmi 3S tanpa filter, hanya edit brightness, contrast dan saturation aja di hp.